Acy - Analisa Market

Offline
10-09-2017, 04:10 PM,
#16
USDCAD Turun Setelah Data Payroll Non-pertanian A.S.

Dolar Kanada melonjak pada hari Jumat hampir 0,27 persen atau 0,00336 poin, menghapus sebagian kerugian di hari sebelumnya, di tengah memperketat pasar kerja di Kanada. Telah mengalami kerugian yang signifikan selama satu bulan dari rekor rendah sejak Mei 2015, terutama karena rebound yang kuat dolar A.S.

Menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja, nonfarm payrolls yang dirilis pada hari Jumat kehilangan 33.000 pekerjaan pada bulan September, yang merupakan penurunan bulanan pertama dalam tujuh tahun, bahkan saat tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, terendah sejak Februari 2001.

Hilangnya daftar gaji non-pertanian mencerminkan dampak buruk dari Hurricanes Harvey dan Irma, yang menyerang Texas dan Florida masing-masing. Angka tersebut, bagaimanapun, diperkirakan akan lebih rendah dari biasanya, sehingga dapat mempengaruhi respon yang benar dalam kebijakan moneter dari Federal Reserve.

Ekonom yang disurvei oleh DailyFX mengharapkan pertumbuhan gaji 80.000 di bulan September, dibandingkan dengan 169.000 di bulan Agustus. Tingkat pengangguran diperkirakan akan stabil di 4,4 persen. Ini menurun bahkan saat tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 63,1 persen, tingkat tertinggi sepanjang tahun dan pembacaan terbaik sejak Maret 2014.

Seiring mengencangkan pasar tenaga kerja A.S. yang seharusnya membawa inflasi kembali ke target 2 persen, Presiden Fed New York William Dudley menyarankan agar Fed terus menaikkan suku bunga secara perlahan untuk memperketat kebijakan moneter.

Kanada menambahkan 10.000 pekerjaan pada bulan September karena keuntungan dalam pekerjaan full-time 112.000 mengimbangi hilangnya pekerjaan paruh-waktu 102.000. Ini adalah bulan kerja lurus ke-10 yang mendapatkan kenaikan upah terkuat dalam lebih dari satu tahun, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Kanada memiliki lebih banyak tanda untuk diperketat.

Secara teknis USD/CAD telah berada dalam saluran kenaikan. sudah menembus rata-rata pergerakan 60 hari. Terowongan ini seperti yang digambarkan di bawah, telah diciptakan dengan menghubungkan serangkaian ketinggian ayunan dan titik terendah dimulai dengan aksi harga 8 September. Jika USD / CAD turun lebih rendah, pedagang terlebih dahulu harus melihat pasangan tersebut untuk melepaskan diri di bawah saluran yang lebih rendah. Sebagai alternatif jika harga berbalik lebih tinggi, USD/CAD harus menembus di atas level tertinggi di hari Jumat di 1,25975, kemudian menguji garis saluran naik mendekati 1.26887.

Prospek jangka pendek untuk USD/CAD dapat dilihat dari retracement Fibonacci. Pada saat ini, 1.25033 (retracement 61.8%) merupakan level support untuk posisi saat ini, dan masih ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut.

Offline
10-11-2017, 03:42 PM,
#17
Harga Minyak Melonjak Setelah Arab Saudi Nyatakan Pangkas Ekspor

Harga minyak mentah bergerak naik kemarin, sebesar sekitar 2 persen, dan ditutup pada $50.764 per barel; kembali ke atas level harga $50 setelah sempat mengalami penurunan signifikan pada Jumat lalu. Kenaikan ini didorong oleh keputusan Arab Saudi untuk memangkas ekspornya pada bulan November, serta komentar dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dan perusahaan-perusahaan perdagangan bahwa pasar kini tengah bergerak untuk seimbang kembali setelah bertahun-tahun mengalami surplus. Salah satunya, produsen-produsen minyak shale AS juga akan melakukan upaya untuk mengurangi suplai.

Untuk menyatakan komitmen atas tanggung jawabnya dalam kesepakatan pemangkasan output minyak, Arab Saudi mengumumkan untuk mengurangi alokasi ekspor November sebanyak 560,000 barel per hari (bph), yang mana dapat mendorong naik harga minyak. Kesepakatan pemangkasan output minyak dijadwalkan berakhir pada Maret 2018, tetapi kemungkinan untuk memperpanjangnya telah dikemukakan.

Dalam sebuah konferensi di New Delhi, OPEC mengatakan ada "tanda-tanda jelas" bahwa pasar minyak telah mulai seimbang kembali setelah bertahun-tahun mengalami surplus. OPEC telah berusaha mengurangi limpahan surplus melalui kesepakatan antara anggota dan bukan anggota, termasuk Rusia, untuk memotong produksi sebanyak 1.8 juta bph.

"Dalam proses pengurangan stok (minyak) global yang terus berlanjut, baik di daratan maupun lepas pantai, perkembangan positif di bulan-bulan terakhir ini tak hanya menunjukkan percepatan proses, tetapi penurunan masif pada tangki-tangki penyimpanan minyak di semua wilayah," kata Sekjen OPEC Mohammad Barkindo.

Selama prospek produksi A.S. jangka pendek, Badai Nate telah memicu harga sementara sejumlah produsen AS masih nonaktif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Dalam Negeri AS kemarin, 85% dari produksi minyak di Teluk Meksiko masih nonaktif, tetapi takkan berlangsung lama.

Secara teknikal, harga minyak telah naik sedikit ke $50.792 per barel pada 11:45 am di Sydney, sebagaimana terlihat di MT4. Dalam pandangan ACY, ini menunjukkan bahwa harga telah sukses keluar dari resisten level tinggi 1 Agustus dan berdiri kokoh. Dengan RSI (14) pada 56.8548 mengungkap kekuatan positif dalam harga minyak, seiring dengan perjalanannya dalam Ascending Channel yang terbentuk sejak akhir Juni.

resim

Walaupun kita bisa melihat kenaikan lebih lanjut dalam jangka menengah, harga minyak menghadapi sebuah halangan. Halangan ini ditemukan pada 50.859 (Retracement 23.6%) dalam beberapa hari berikutnya, ketika kita menggunakan Fibonacci Retracement untuk memprediksi pergerakannya.

resim
Offline
10-16-2017, 06:27 PM, (This post was last modified: 10-16-2017, 06:30 PM by djamirun_aje.)
#18
NASDAQ 100 Capai Rekor Tinggi Di Tengah Kenaikan Inflasi


Pasar saham Amerika Serikat bergerak naik pada Jumat lalu, dengan NASDAQ 100 meningkat nyaris 0.46 persen, atau 27.6 poin ke rekor tinggi, setelah data Inflasi Harga Konsumen (IHK) AS mencatat kenaikan tertinggi dalam delapan bulan di September, sebesar 2.2 persen.

Pada NASDAQ 100 di hari Jumat, ACY mencatat kenaikan tertinggi dialami oleh Viacom B Inc (NASDAQ: VIAB) yang meningkat 5.82 persen, atau 1.43 poin ke penutupan pada 26.00. Ulta Beauty Inc (NASDAQ: ULTA) naik 4.43 persen, atau 8.42 poin ke harga penutupan 198.58; dan NetEase Inc (NASDAQ: NTES) naik 2.90 persen, atau 7.89 poin ke 279.65 di akhir perdagangan.
Namun demikian, penurunan terbesar diantara dialami oleh JB Hunt Transport Services Inc (NASDAQ: JBHT) yang menurun 4.01 persen, atau 4.34 poinke harga penutupan pada 104.01. Sementara Walgreens Boots Alliance Inc (NASDAQ:WBA) melorot 2.09 persen, atau 1.44 poin ke 67.56; dan Activision Blizzard Inc (NASDAQ: ATVI) berkurang 1.56 persen, atau 0.97 poin ke harga penutupan 61.08.

Laporan Inflasi AS
Departemen Ketenagakerjaan AS mengatakan pada hari Jumat bahwa IHK (Consumer Price Index/CPI) naik 0.5 persen bulan lalu; kenaikan bulanan terbesar sejak Januari, setelah naik 0.4 persen pada bulan Agustus. Kenaikan IHK terutama didorong oleh meroketnya harga Gasoline seusai gangguan produksi pasca badai di pabrik-pabrik pengilangan di area Gulf Coast. Namun demikian, inflasi pokok masih bergeming.

Walaupun IHK kelihatannya didorong naik oleh Gasoline, tetapi tekanan harga masih ringan, sebagaimana terlihat dari pembacaan IHK Inti (Core CPI) pada 1.7 persen di bulan September. IHK Inti mengecualikan komponen harga makanan dan energi yang volatile dalam perhitungannya. IHK Inti hanya naik 0.1 persen, sehubungan dengan lambatnya kenaikan harga sewa tempat tinggal, penurunan harga kendaraan bermotor baru, serta indeks perawatan kesehatan.

ACY menilai, pembacaan IHK Inti yang terus menerus rendah kemungkinan akan membuat khawatir para pejabat Federal Reserve yang telah terlibat dalam debat sengit mengenai laju inflasi. Akan tetapi, pimpinan FED Janet Yellen sudah mengatakan bahwa faktor-faktor temporer seperti pemangkasan harga oleh perusahaan-perusahaan telepon nirkabel, lah yang menahan laju inflasi.

Outlook Teknikal NASDAQ 100
Secara teknikal, indeks NASDAQ 100 meningkat ke 6101.7 pada 12:15 pm di Sydney. Untuk jangka panjang, ACY menilai indeks masih berada dalam Ascending Price Channel yang terbentuk mulai dari awal Februari tahun ini. Namun saat ini dengan Commodity Channel Index (CCI) 14 pada 101.3003 dan menunjukkan potensi overbought, terungkap oleh kemunduran CCI dari atas 100, yang dapat mengindikasikan sejumlah risiko potensial kemunduran kelak.

resim
Chart 1: NAS100 Daily
Jika kita lihat pada outlook indeks berjangka waktu lebih pendek, pada chart 30 menit misalnya, kita bisa menemukan bahwa CCI juga menurun dari atas 100. Dalam hal ini, investor bisa mencari peluang untuk memasang posisi short pada indeks ini.

resim
Chart 2: NAS100 M30
Offline
10-17-2017, 05:51 PM,
#19
NZD/USD Menguat Setelah Pengumuman CPI

Kemarin (16/Oktober) telah dirilis Consumer Price Index (CPI) tahunan China dan New Zealand. CPI China bulan September 2017 mencapai angka year-on-year yang diekspektasikan pada 1.6%, lebih rendah dari laju year-on-year bulan Agustus pada 1.8%. CPI New Zealand year-on-year di kuartal tiga 2017 sedikit di atas prediksi, melonjak ke 1.9% versus ekspektasi 1.8%. Kenaikan CPI ini merupakan hasil dari Trade-Weighted Exchange Rate yang lebih kuat.

Akhir September lalu, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mengumumkan suku bunga tetap pada 1.75%, dan keinginan untuk memiliki Trade-Weighted Exchange Rate yang lebih rendah. Angka CPI kemarin telah bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekspektasi bank sentral. Karenanya, dalam pandangan ACY, angka CPI ini boleh jadi akan mempengaruhi keputusan RBNZ untuk menyesuaikan kebijakan moneternya.

Outlook Teknikal NZD/USD
Dolar New Zealand telah menguat terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya karena rilis data CPI kemarin. Secara teknikal, dari outlook data jangka pendek 30M, NZD/USD bergerak dalam Ascending Channel yang sedang terbentuk. NZD/USD naik ke 0.71820 per 16 Oktober kemarin. Dengan melihat pada chart di bawah ini, Retracement akan terjadi ketika pasangan mata uang ini kembali menyentuh level support pada channel tersebut.

resim
Chart 1 NZD/USD Pada Timeframe M30.
Jika kita melihat chart Daily untuk mengetahui outlook pada jangka yang lebih panjang, pasangan mata uang ini telah bergerak dalam Descending Channel yang terbentuk sejak Agustus. Namun, menurut ACY, trader masih dapat mencari posisi buy dalam beberapa hari ke depan, karena sudah mulai menyentuh resisten pada Channel tersebut, dengan indikator saat ini pada 48.5, dekat dengan garis median 50.

resim
Chart 2 NZD/USD Pada Timeframe Daily.
Offline
10-23-2017, 02:22 PM,
#20
Yen Melemah Setelah Kemenangan Abe Dalam Pemilu

Yen memperpanjang pelemahan dan menurun ke titik terendahnya dalam lebih dari tiga bulan, setelah koalisi petahana Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan mayoritas kursinya di parlemen pada Pemilihan Umum yang digelar hari Minggu lalu, mensinyalkan kelanjutan kebijakan-kebijakannya saat ini dalam belanja fiskal dan pelonggaran moneter.

Jepang Lanjutkan Abenomics
Yen kehilangan nilainya sebesar 0.82 persen dan ditutup pada 113.458 per Dolar pada hari Jumat. Meski kebijakan Abenomics yang meliputi pelonggaran moneter, stimulus fiskal, dan reformasi struktural, telah menyeret mata uang menjadi lebih lemah, Bank of Japan (BoJ) belum mencapai target kebijakannya untuk mendongkrak laju inflasi tahunan ke angka 2 persen.
"Hasil pemilu memperkuat ekspektasi untuk penunjukan kembali Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda atau seseorang dengan pandangan serupa dipilih sebagai gubernur berikutnya guna memperpanjang pelonggaran moneter saat ini, (sehingga) membuat USD/JPY lebih responsif pada setiap peningkatan yield obligasi AS," kata Yuji Saito, Direktur Eksekutif di Departemen Forex Credit Agricole CIB di Tokyo.
Walaupun Jepang telah mengalami enam kuartal pertumbuhan ekonomi secara berurutan di bawah kepemimpinan Abe, didorong oleh stimulus fiskal dan kebijakan moneter ultra-longgar, ia masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan utang publik Jepang yang membengkak dengan mendorong kenaikan pajak penjualan lebih lanjut. Menurut sang PM, rencana kenaikan pajak penjualan yang dimaksudkan akan diadakan pada 2019 tersebut merespon kondisi gaji yang stagnan dan angkatan kerja yang semakin cepat menua. Di samping itu, Abe belum menemukan jalan keluar untuk mengalahkan deflasi, dengan laju inflasi rendah saat ini yang tercatat pada 0.7% di bulan Agustus.
Outlook ekonomi Jepang dalam jangka pendek dan jangka menengah adalah perpanjangan kebijakan moneter longgar yang akan terus mendorong optimisme dalam investasi dari pasar luar negeri dan domestik, serta melemahkan mata uang -hal mana membantu ekspor. Selaras dengan itu, harga-harga aset akan digerakkan oleh investasi yang lebih besar dan ekspor netto yang meningkat.

Senat AS Loloskan Anggaran
Senat AS meloloskan resolusi anggaran tahun fiskal 2018 dengan rekonsiliasi 51-49 pada hari Kamis, membuka pintu untuk masuknya kepemimpinan partai Republikan guna merombak kode pajak tanpa dukungan dari Partai Demokrat.
Ini adalah langkah besar bagi kebijakan Trump dalam mempersiapkan kesuksesan reformasi pajak, dan menyediakan bahan bakar untuk pertumbuhan ekuitas dan ekonomi berkelanjutan. Namun demikian, ACY mencatat sejumlah ekonom memiliki pendapat berbeda mengenai reformasi pajak, mengatakan bahwa momen pengurangan pajak boleh jadi berisiko karena defisit yang lebih tinggi akan meningkatankan tekanan fiskal atas pemerintah, hal mana berdampak negatif bagi prospek ekonomi jangka panjang.

Outlook Teknikal USD/JPY
Secara teknikal, menurut ACY, outlook USD/JPY yang lebih luas tetap konstruktif, tetapi menghadapi resisten signifikan pada Downward Trend Channel (Kanal Tren Menurun) yang terbentuk sejak awal tahun ini. Apabila gagal naik lebih tinggi, maka trader harus memantau hingga pair ini breakout di bawah level rendah 16 Oktober pada 111.66.
Alternatif lain, jika harga terus menanjak lebih tinggi, maka pair ini akan menguji level tinggi 10 Maret pada 115.502. Berdasarkan indikator CCI (14), USD/JPY telah melesat jauh di atas 100, sehingga mensinyalkan momen overbought signifikan saat ini.

resim
Chart USD/JPY Daily
Offline
10-26-2017, 04:15 PM,
#21
[CENTER]AUD/USD Setelah Rilis Indeks Harga Konsumen Australia[/CENTER]

Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Australia dirilis pada Rabu, 25 Oktober. Data kuartalan tersebut telah naik 0.6% dan secara year-on-year menunjukkan 1.8%, padahal sebelumnya diperkirakan akan naik ke 2%. ACY mencatat bahwa kedua data itu berada di bawah angka ekspektasi.

Pengumuman CPI ini berdampak deflasioner pada Dolar Australia, sementara perekonomian menunjukkan situasi inflasi rendah. Tingkat suku bunga acuan (Official Cash Rate) juga akan tetap berada pada 1.5% hingga 2018.
Outlook dari chart 5 Menit pada AUD/USD secara teknikal telah jatuh 40 poin saat rilis CPI. Pasangan mata uang ini bergerak ke 0.7740 dan menunjukkan momentum bearish.

Dengan melihat outlook Daily, juga nampak sisa-sisa Descending Price Channel yang terbentuk sejak September. Posisi saat ini pada 0.77137 per tanggal 26 Oktober, pukul 2:25 pm waktu Sydney. Chart menunjukkan Relative Strength Index (RSI) yang sangat lemah pada 33.7, jauh di bawah garis median. Pasangan mata uang ini juga sudah menyentuh level Support dan kemungkinan akan menembus garis Support lebih lanjut. Posisi saat ini adalah pada Retracement 61.8%.

[CENTER]resim [/CENTER]

Untuk jangka panjang, ACY memandang Buy bukanlah pilihan yang bagus, karena pair ini akan berada pada posisi bergerak ke bawah dan trader harus mencari peluang Sell. Sebaliknya, jika pair ini bisa menembus 0.78, maka dapat mengindikasikan sejumlah potensi untuk mundur dan barangkali ada sinyal Buy untuk trader.

[CENTER]resim [/CENTER]
Offline
10-27-2017, 02:31 PM,
#22
Euro Kolaps Setelah ECB Perpanjang Program Pembelian Obligasi


Euro tumbang pada hari Kamis, hari terburuknya tahun ini versus Dolar AS, menyusul keputusan ECB (European Central Bank) untuk memperpanjang program pembelian obligasinya hingga September 2018, sehingga memupuskan peluang kenaikan suku bunga ECB tahun depan.
Kemarin, EUR/USD jatuh sebesar sekitar 0.01616, atau 1.37 persen, ke $1.16494, menghapus semua kenaikan yang dialaminya bulan ini. Sementara itu, Indeks Dolar AS meroket ke 94.550 di saat bersamaan, dengan potensi untuk menuju ke ronde apresiasi berikutnya.


ECB Pertahankan QE
Para trader ramai-ramai menjual Euro setelah ECB memperpanjang program pembelian obligasi selama sembilan bulan hingga September 2018, dan menyisakan beberapa peluang untuk memperpanjangnya lagi jika dibutuhkan. ACY juga mencatat, rencana program pembelian obligasi bulanannya telah dikurangi setengah menjadi 30 milyar Euro mulai Januari tahun depan.
Alih-alih sepenuhnya keluar dari Quantitative Easing (QE), pengurangan QE oleh ECB merupakan buah dari rendahnya tingkat inflasi di kawasan Euro. Sebelumnya ada ekspektasi pasar kalau bank sentral itu akan mengumumkan keluar dari QE tahun depan dan mendinginkan perekonomian untuk menghindari overheat. Namun Draghi, yang mengekspresikan optimisme tentang pertumbuhan Zona Euro di konferensi persnya, tetap berhati-hati menghadapi lesunya inflasi di wilayah ini yang membutuhkan stimulus besar dalam bentuk QE dari ECB.


Reformasi Pajak Trump
Dolar telah menanjak dalam beberapa hari terakhir ini karena optimisme atas pemangkasan Pajak Federal yang akan datang, serta spekulasi pasar kalau Presiden Trump akan memilih pimpinan Fed yang akan menaikkan suku bunga dengan laju lebih cepat dibanding pimpinan Fed saat ini, Janet Yellen.
Presiden Donald Trump menjanjikan reformasi pajak bagi rakyat Amerika dengan harapan kebijakan itu akan menciptakan pendapatan ekstra bagi perusahaan-perusahaan yang kemudian dapat diinvestasikan dalam bisnis mereka dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Sejumlah perusahaan AS mengatakan bahwa mereka akan menggunakan perolehan dari reformasi pajak untuk buyback saham, membayar utang, dan sejumlah tindakan lain yang baik bagi pemegang saham.
Tujuan pemangkasan pajak korporasi yang dilakukan pemerintahan Trump, mulai dari 35 persen hingga 20 persen, adalah untuk mendorong perusahaan-perusahaan multinasional membawa pulang profit yang dibuatnya di luar negeri, memberikan lebih banyak insentif untuk membangun pabrik-pabrik di Amerika Serikat daripada di luar negeri.


Outlook Teknikal EUR/USD
Secara teknikal, setelah penurunan tajam pada pasangan mata uang ini, EUR/USD sudah menembus level support terendah yang sebelumnya tercetak pada 17 Agustus. EUR/USD berkonsolidasi dalam Descending Price Channel sejak mulai akhir Agustus. Menurut ACY, apabila pair ini sukses menembus garis bawah Channel, maka bisa merosot dengan laju lebih cepat. Dengan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa EUR/USD bergerak dalam tren menurun, maka pair ini sekarang berada dalam pasar bearish hingga menemukan support dalam pergerakan turunnya.

resim
Chart EUR/USD Daily
Offline
10-30-2017, 06:16 PM,
#23
NASDAQ Capai Rekor Tinggi Di Tengah Tangguhnya Pertumbuhan Ekonomi


Pasar Saham AS melesat pada hari Jumat, sementara Indeks NASDAQ 100 menanjak lebih dari 2 persen, atau 123.5 poin ke 6208.3, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi. Lonjakan ini terutama didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, yang ditunjukkan oleh Gross Domestic Product (GDP) lebih baik dibanding perkiraan.

Dalam NASDAQ 100 pada hari Jumat, kenaikan tertinggi satu sesi diperoleh oleh Align Technology Inc (NASDAQ: ALGN) yang naik 16.24 persen, atau 32.96 poin ke harga penutupan 235.94. Amazon.com Inc (NASDAQ: AMZN) meningkat 13.22 persen atau 128.52 poin ke 1100.95, dan Intel Corporation (NASDAQ: INTC) naik 7.38 persen atau 3.05 poin ke 44.40 di akhir sesi.

Namun demikian, penurunan terparah di antaranya dialami oleh Expedia Inc (NASDAQ: EXPE) yang turun 15.99 persen, atau 23.56 poin ke penutupan pada harga 123.79, sementara Cerner Corporation (NASDAQ: CERN) merosot 8.43 persen atau 6.01 poin ke 65.31 dan Baidu Inc (NASDAQ: BIDU) melorot 8.15 persen atau 21.25 poin ke penutupan pada 239.37.

Menurut Departemen Perdagangan, GDP AS meningkat dalam laju tahunan 3.0 persen pada kuartal tiga, setelah berekspansi dalam laju 3.1 persen di kuartal sebelumnya. Perekonomian secara tak terduga telah mempertahankan laju pertumbuhan yang tangguh pada kuartal lalu, seiring dengan peningkatan investasi dan defisit perdagangan yang lebih rendah dan mengimbangi perlambatan akibat berbagai badai di bidang belanja konsumen dan konstruksi.

Seiring dengan didiskusikannya reformasi pajak Presiden Trump, ACY melihat para investor telah makin memperhitungkan efek pemangkasan pajak korporasi dalam saham-saham perusahaan AS. Hal ini mensinyalkan bahwa pemerintahan Trump hanya punya sedikit ruang untuk melakukan kekeliruan, karena jika Kongres yang dikendalikan oleh Partai Republik gagal meloloskan kebijakan ini, maka satu hal yang menentukan nasib Trump ini dapat mendorong aksi jual parah di pasar saham.

Saat ini, dengan pengetatan di pasar tenaga kerja telah mendorong tingkat inflasi mendekati target 2 persen, maka akan ada peluang lebih besar bagi Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember, dan lebih cepat lagi di masa depan. Di sisi lain, kondisi suku bunga makin meninggi dapat meredam efek peraturan pajak apapun.

Para investor harus terus mengamati legislasi pajak yang akan diumumkan minggu depan, karena dapat menentukan arah pasar dalam waktu dekat. Secara teknikal, outlook yang lebih luas untuk NASDAQ 100 tetap dalam channel tren naik yang telah terbentuk sejak awal tahun ini. Setelah lonjakannya pada hari Jumat, NASDAQ 100 mendekati level atas pada channel tersebut, yang saat ini dapat dianggap sebagai resisten. Menurut ACY, jika gagal menembus lebih tinggi, maka indeks ini kemungkinan akan terus bergerak menelusuri channel ini.

resim
Chart NASDAQ 100 Daily
Offline
10-31-2017, 03:57 PM,
#24
EUR/USD Buka Peluang Sell Setelah Rapat Kebijakan ECB

Pada rapat kebijakan ECB minggu lalu tanggal 26 Oktober, Presiden ECB Mario Draghi mengumumkan pengurangan program pembelian aset bank sentral tersebut ke 30 milyar Euro per bulan mulai Januari 2018.
Bank Sentral ini juga tak merubah suku bunga fasilitas pinjaman marginal dan fasilitas deposit, masing-masing pada 0.25% dan -0.40%. Selain itu, ECB tetap mempertahankan kebijakan suku bunga nol (Zero-Interest Rate Policy/ZIRP). ECB tidak akan menaikkan suku bunga sementara menyelenggarakan program QE, dan ini mengindikasikan bahwa suku bunga kemungkinan tidak akan naik hingga setidaknya tahun 2019.

Dengan melihat respon EUR/USD setelah pengumuman ECB, ACY mencatat pasangan mata uang ini telah bergerak menurun. Pasangan mata uang ini telah diperdagangkan di level terendahnya dalam tiga bulan dan bergerak lebih rendah lagi akibat Krisis Catalan yang memilih kemerdekaan dari Spanyol sejak awal Oktober.

Di sisi Dolar AS, pekan ini ada pengumuman penting lainnya dalam kebijakan moneter AS yang juga akan mempengaruhi pasangan mata uang ini. Pasar telah mengekspektasikan tidak akan ada perubahan suku bunga, dan kemungkinan kenaikan hanya akan terjadi pada bulan Desember.

Secara teknikal, dengan melihat outlook intraday EUR/USD, pasangan mata uang ini berada pada 1.16365 per 31 Oktober. Pergerakannya nyaris mencapai level support pada Channel dan kemungkinan akan menemukan support pada 1.15290. Dalam penilaian ACY, level rendah Relative Strength Index (RSI 14) juga kelihatannya mensinyalkan outlook yang negatif dan pasar yang bearish. Bagi trader yang akan mentradingkan EUR/USD, maka dapat mencari posisi sell dalam beberapa hari ke depan.

resim
EUR/USD Daily Chart
Offline
11-01-2017, 03:49 PM,
#25
NZD/USD Setelah Rilis Data Ketenagakerjaan New Zealand


Tadi pagi (1/November) telah dirilis data ketenagakerjaan New Zealand. Angka aktual yang diumumkan tidak sesuai dengan angka yang diekspektasikan pasar, dan justru lebih baik dibanding perkiraan. Tingkat Pengangguran untuk Kuartal III telah menurun dari 4.8% menjadi 4.6%. Ini adalah level terendah sejak Desember 2008. Perubahan ketenagakerjaan untuk Kuartal III tahun 2017 juga meningkat ke 4.2% dari 3.1% pada Kuartal III tahun 2016. Angkanya naik 2.2% dibanding kuartal sebelumnya.

ACY mencatat, Dolar New Zealand menguat nyaris setengah persen terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya dan diekspektasikan akan ada kenaikan suku bunga pada tahun 2018, karena data yang dirilis menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dibanding ekspektasi. Trader juga perlu memperhatikan pengumuman suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang akan diumumkan minggu depan, 9 November. Dari sisi Dolar AS, akan ada pengumuman suku bunga FOMC hari ini dan pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai pimpinan Federal Reserve berikutnya.

Secara teknikal, outlook NZD/USD pada chart Daily menunjukkan bahwa pasangan mata uang ini masih dalam Channel tren menurun sejak Agustus. Harga bertolak di sekitar level 0.6850, dan jika tembus lebih rendah dari level 0.68, maka menampilkan kondisi bearish lagi. Saat ini, harga telah mencapai garis support pada Channel dengan RSI (14-Days) menampakkan outlook negatif, hanya 34.69 di bawah garis median 50.

NZD/USD Daily Chart
resim
Offline
11-02-2017, 08:09 PM,
#26
[CENTER]Outlook EUR/USD Setelah Rilis Keputusan Rapat FOMC[/CENTER]

Rapat FOMC pekan ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 1-1.25%, sesuai dengan ekspektasi analis. Tak ada pengumuman proyeksi ekonomi maupun konferensi Janet Yellen. Pasar dapat memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga hanya bisa terjadi di bulan Desember 2017 mendatang dan dalam tahun 2018.

Pekan ini, Presiden Donald Trump juga akan membuat keputusan mengenai siapa yang akan menjadi pimpinan Federal Reserve berikutnya. Sosok tersebut boleh jadi Ketua Fed sekarang, Janet Yellen; anggota Dewan Gubernur Fed, Jerome Powell; atau mantan anggota Dewan Gubernur Fed, Kevin Warsh. Yellen dan Powell akan menerapkan strategi yang mirip jika mereka dipilih untuk menjadi pimpinan Fed berikutnya. Mereka memiliki pandangan netral mengenai kebijakan moneter, berbeda dengan Kevin Warsh yang kemungkinan akan mengadopsi pendekatan hawkish.

Seusai rapat FOMC, ACY mencatat tak ada reaksi signifikan pada mata uang Dolar AS, karena keputusan tersebut mengemuka sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun demikian, pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan menurun ke 0.25% setelah pengumuman tersebut. Hal ini boleh jadi juga merupakan dampak dari pengumuman ECB minggu lalu yang memperpanjang program QE hingga tahun 2018.

Chart di bawah ini menunjukkan outlook EUR/USD pada chart Daily. EUR/USD berlanjut menciptakan pola Head and Shoulder, menembus neckline dekat level 1.670. Berdasarkan pantauan ACY, EUR/USD diekspektasikan menemukan support di sekitar 1.1600. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-Days masih dalam outlook negatif pada 42.06.

[CENTER][URL='https://web.facebook.com/acy.capital.bahasa/?_rdc=1&_rdr']resim [/URL][/CENTER]
Offline
11-06-2017, 01:49 PM,
#27
NAS100 Terus Gempur Rekor Setelah NFP AS Naik


Pasar Saham di Amerika Serikat terus membubung pada hari Jumat di tengah rilis data Non-farm Payroll dari Departemen Tenaga Kerja yang mengindikasikan para majikan di AS menambahkan karyawan dalam jumlah terbanyak dalam setahun, bangkit dari pelambatan yang dialami pada bulan September. Diantara tiga Pasar Saham Mayor, Indeks NASDAQ 100 terus mencetak rekor tinggi, meningkat sebanyak sekitar 0.61 persen dan ditutup pada 6282.8.

Indeks NASDAQ 100 Melonjak
Kenaikan di Pasar Saham tergerakkan oleh statistik ketenagakerjaan yang kuat; lantaran statistik menunjukkan tingkat pengangguran menyusut serta jumlah pengangguran dan tenaga kerja menurun, sehingga menciutkan Angkatan Kerja.
Di NASDAQ 100 pada hari Jumat, perolehan terbesar dalam sesi perdagangan didapat oleh MercadoLibre Inc (NASDAQ: MELI) yang naik 13.28 persen, atau 31.35 poin ke penutupan pada 267.35. Qualcomm Incorporated (NASDAQ: QCOM) naik 12.71 persen, atau 6.97 poin ke penutupan pada 61.81; dan Dentsply Sirona Inc (NASDAQ: XRAY) menanjak 5.95 persen, atau 3.64 poin ke 64.80 di akhir perdagangan.
Namun, diantara saham-saham dengan performa terburuk terdapat Discovery Communications C Inc (NASDAQ: DISCK) yang turun 5.35 persen, atau 0.87 poin ke penutupan pada 15.39, sementara Discovery Communications Inc (NASDAQBig GrinISCA) merosot 4.56 persen, atau 0.79 poin ke 16.52; serta Liberty Global PLC (NASDAQ: LBTYA) menurun 3.51 persen, atau 1.11 poin ke penutupan pada 30.51.

Kian Mendukung Kenaikan Suku Bunga

Kenaikan Payroll ke 261k, setelah hanya mencatat 18k di periode sebelumnya, mengindikasikan bahwa penurunan hanyalah dampak badai, sebagaimana diekspektasikan oleh Fed. ACY mencatat ketenagakerjaan bangkit kembali di restoran dan bar, sehingga ada tambahan 89,000 karyawan setelah berkurang 98,000 pada bulan September.
Dengan kenaikan Payroll rata-rata sebesar 162k dalam tiga bulan terakhir, laporan tenaga kerja secara luas menyediakan lebih banyak bukti bahwa perekonomian mendekati Maximum Employment, situasi di mana para pembuat kebijakan di Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga di bulan Desember, untuk ketigakalinya tahun ini. Kemungkinan kenaikan suku bunga meningkat secara signifikan setelah Jerome Powell dinominasikan untuk menjadi ketua Fed berikutnya. Ia termasuk sosok yang kecondongan kebijakannya cukup sejalan dengan kebijakan Trump.

Reformasi Pajak Trump
Komite Keuangan Senat, yang tengah menggarap legislasinya sendiri, mentargetkan akan meluncurkan Undang-Undangnya pada akhir minggu depan. Presiden Donald Trump ingin reformasi pajak ini menjadi kemenangan pertamanya di lembaga Legislatif, tetapi jika rencana UU ini diloloskan oleh House of Representative -dimana sukses tidak dijamin akan tercapai- maka para wakil rakyat dari partai Republik di Senat AS akan menghadirkan rintangan yang lebih kuat.
Reformasi Pajak tak pelak akan meningkatkan profit korporasi AS, dan bisa membuat laporan keuangan mereka makin impresif. Namun demikian, secara berkesinambungan, Reformasi Pajak juga akan menaikkan defisit anggaran AS lebih dari $1.5 triliun dalam 10 tahun yang akan datang, menurut James Lankford, seorang senator partai Republik dari Oklahoma. Kenaikan defisit dan utang negara akan berbahaya dan berdampak buruk bagi perekonomian di masa depan.
Perombakan pajak akan membantu mendorong perekonomian dan pasar saham dalam jangka pendek. Namun untuk outlook yang lebih luas, ACY menilai jalur kenaikan suku bunga acuan boleh jadi mendinginkan pertumbuhan pasar saham, karena makin banyak investor akan mencari return yang lebih tinggi.

Outlook Teknikal NASDAQ 100
Secara teknikal, NASDAQ 100 telah mencapai titik resisten, yang diwakili oleh garis Channel atas. Indeks ini masih terus bergerak mengikuti Upward Price Channel yang terbentuk sejak awal tahun ini. Apabila Indeks ini mampu menembus lebih tinggi, maka para trader dapat menantikan kenaikan dalam jangka pendek. Alternatif lain jika Indeks berbalik menurun, maka kemunduran boleh jadi akan tetap di dalam Channel ini.


Chart 1: NAS100 Daily
resim
Offline
11-07-2017, 04:21 PM, (This post was last modified: 11-07-2017, 04:23 PM by djamirun_aje.)
#28
Implikasi Besar Untuk Minyak Seiring Game Of Thrones Di Arab Saudi




Pada hari Jumat, harga minyak memperpanjang reli. Harga mencapai level tertingginya dalam lebih dari dua tahun pada hari Senin ini, seiring dengan pengetatan pasar. ACY mencatat minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0.31% ke $55.81 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0.30% ke $62.26 per barel; masing-masing mencapai level tertinggi sejak Juli 2015.

Pemberantasan Korupsi Di Arab Saudi
Pada berita akhir pekan, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdel Aziz, mengumumkan pembentukan komite luar biasa yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, serta Ketua Komisi Investigasi dan Monitoring, Ketua Otoritas Anti-Korupsi Nasional, Ketua Biro Audit Umum, Jaksa Agung, serta Pimpinan Keamanan Negara.

Putra Mahkota Arab Saudi memperkuat posisinya dengan melakukan pemberantasan korupsi yang melibatkan penangkapan tokoh-tokoh terkemuka, termasuk keluarga kerajaan, menteri, dan investor, termasuk miliuner Alwaleed bin Talal serta pimpinan National Guard, Miteb bin Abdullah.

Langkah-langkah ini mewakili perkembangan politik yang mengejutkan di Arab Saudi, dan karenanya maka pasar mengekspektasikan tak ada perubahan cepat di negeri eksportir minyak mentah terbesar ini. Dengan kata lain, ACY menilai Arab Saudi akan terus memperpanjang pemangkasan produksi minyak, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Ekstensi Kesepakatan OPEC
Harga minyak memperpanjang reli yang telah dimulai sejak awal Oktober, terutama digerakkan oleh harapan negara-negara produsen minyak akan menyepakati ekstensi pemangkasan output pada pertemuan yang digelar akhir bulan ini.

Berdasarkan kesepakatan awalnya, OPEC dan 10 negara non-OPEC lain yang dipimpin Rusia, setuju mengurangi produksi sebesar 1.8 juta barel per hari (bph) selama enam bulan. Kesepakatan tersebut diperpanjang pada Mei 2017 untuk periode sembilan bulan lagi hingga Maret 2018 dalam upaya untuk menyusutkan inventori minyak global serta mendongkrak harga minyak.

Para trader mengatakan, ada tanda-tanda pengetatan pasar dalam fundamental minyak. Perusahaan-perusahaan Energi AS memangkas jumlah sumur minyak sebanyak 729 pekan lalu, penurunan terbesarnya sejak Mei 2016.

Penurunan aktivitas pengeboran di AS terjadi seiring Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan Grup Non-OPEC yang dipimpin Rusia menjanjikan pemangkasan produksi minyak sebesar 1.8 juta barel per hari (bph), dalam rangka mengetatkan pasar.

Perjanjian untuk mengurangi produksi ini dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2018, tetapi ada konsensus berkembang untuk memperpanjang kesepakatan ini. Dalam pandangan ACY, diskusi akan terus berlangsung menjelang rapat 30 November, yang akan dihadiri para menteri perminyakan dari negara-negara OPEC dan non-OPEC yang berpartisipasi.
resim
Offline
11-14-2017, 09:00 AM,
#29
ACY: Pounds Jatuh Karena Kepemimpinan PM May Dalam Bahaya


Sterling bergerak naik pada hari Jumat lalu, menanjak 0.35% dan ditutup pada 1.3191. Kenaikan Pound tersebut didorong oleh data Output Manufaktur Inggris yang lebih baik dibanding perkiraan.
Selain itu, Pound juga diuntungkan berkat pelemahan Dolar akibat Reformasi Pajak yang mengecewakan. Reformasi tersebut merupakan bagian dari paket lebih besar yang akan memangkas tingkat Pajak Korporasi dari 35 persen menjadi 20 persen, dan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk secepatnya mengurangkan biaya investasi baru berupa peralatan dalam periode lima tahun, serta diharapkan akan menarik lebih banyak perusahaan memindah kantornya ke Amerika Serikat. Namun, nampaknya hal itu tak memungkinkan lagi.
ACY mencatat, Dolar bergerak menurun ke level terendah satu pekan terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya, di tengah bertumbuhnya keraguan mengenai kemampuan partai Republik untuk menggolkan perombakan pajak mereka tahun ini.
Namun demikian, pada hari perdagangan ini, Pound Inggris berada dalam tekanan baru dengan selip 0.5% ke $1.3120, setelah Times of London melaporkan pada hari Minggu bahwa 40 anggota Parlemen dari Partai Konservatif telah setuju menandatangani mosi tidak percaya pada PM Theresa May.

May tertekan karena jumlah anggota Parlemen yang tak mempercayainya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, sejak konferensi partai Konservatif di mana ia dihantam sejumlah krisis. Jika delapan orang wakil rakyat lagi menempatkan tanda tangan mereka dalam surat tersebut, maka akan memicu pergantian kepemimpinan di tubuh partai Konservatif.

Kabinet PM Theresa May digerogoti oleh beberapa skandal dan kekeliruan yang melibatkan menteri-menteri top-nya. Ia bahkan kehilangan dua menteri dalam sepekan. Dan, dengan tidak adanya kemajuan dalam negosiasi perpisahan dengan Uni Eropa, perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor telah memprediksi bahwa jika mereka meninggalkan Uni Eropa maka profit akan berkurang dan bisa mengarah pada PHK. Sejumlah perusahaan juga menyiapkan Emergency Plan untuk menghadapi kemungkinan dampak dari Brexit.

Pertemuan Uni Eropa berikutnya yang bertempat di Brussels pada 14-15 Desember akan menjadi deadline sesungguhnya bagi perundingan Brexit, dan Inggris berharap UE akan meluncurkan fase diskusi berikutnya. Di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi, ACY melihat para trader waspada mengenai perkembangan di masa depan.

Chart GBP/USD Daily
resim

Secara teknikal, GBP/USD telah diperdagangkan di atas Moving Average 200-Day. Ini mensinyalkan Buy dalam sudut pandang jangka panjang. Namun demikian, GBP/USD sudah diperdagangkan di bawah Moving Average 30-Day selama beberapa hari, sehingga untuk trader jangka pendek, Sell bisa menjadi opsi yang lebih baik.
Level Support Penting:
• Support 1: 1.3111.
• Support 2: 1.3026.
Level Resisten Penting:
• R1: 1.3441.
• R2: 1.3320.
Pekan ini, Inflasi akan menjadi yang paling diperhatikan oleh pasar finansial global; dengan AS, Inggris, Zona Euro, dan Kanada sama-sama bersiap merilis data CPI. Para Investor juga akan berfokus pada Central Bank Communications Conference yang digelar oleh ECB; dengan diskusi panel antara pimpinan bank sentral Eropa, AS, Inggris, dan Jepang, menjadi sorotan.
Offline
11-14-2017, 01:54 PM,
#30
ACY: Euro Terangkat Jelang Pertemuan Bank-Bank Sentral


Para Investor berfokus pada Central Bank Communications Conference yang digelar ECB hari ini; kalender ekonomi Eropa yang dipadati oleh rilis data GDP Jerman kuartal III (preliminer); update angka GDP Italia, Polandia, Hungaria, Republik Ceko, dan Belanda; sembari menantikan rilis berbagai data inflasi beberapa hari kemudian.

Pertumbuhan Ekonomi Jerman kuartal III diperkirakan akan tetap teguh pada 0.6 persen Quarter-on-Quarter (QoQ). Analis juga memperkirakan angka aktual GDP Italia naik ke 0.5% dari 0.4% QoQ di periode sebelumnya. Trader memandang positif perekonomian Uni Eropa, sebagaimana direfleksikan dalam survey ekspektasi ZEW bulan November. ZEW bulan November diekspektasikan mencapai 19.5, jauh di atas angka sebelumnya.

Sebagaimana diketahui publik, Yellen berencana menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Fed Amerika Serikat telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sejak tahun 2015, dan nampaknya cukup yakin akan menaikkannya lagi pada bulan Desember. Namun demikian, para trader lebih tertarik untuk mengetahui kebijakan-kebijakan mendatang, terutama ketika pasar berada di tengah ketidakpastian lantaran Reformasi Pajak AS. Selain itu, ketua Fed tersebut akan digantikan pada bulan Februari tahun depan; karena kebiasaannya untuk berhati-hati, maka trader tak mengharapkan banyak informasi dari Yellen dalam pertemuan ini.

Carney baru saja menaikkan suku bunga pada bulan November, tetapi alih-alih mendorong GBP naik, langkah tersebut justru mengakibatkannya melemah. Namun demikian, hal itu terutama karena peristiwa tak terduga berupa peningkatan mosi tidak percaya atas PM Theresa May, yang boleh jadi tidak akan berkurang dalam jangka pendek. Para trader masih terus memantau pergerakan selanjutnya.
ACY mencatat Bank of Japan tak memiliki rencana untuk merubah kebijakan dalam waktu dekat karena fakta-fakta masih jauh dari target inflasi dua persen.

Di sisi lain, meski Draghi dari ECB tidak berencana mengetatkan suku bunga hingga akhir tahun depan, tetapi perlu dicatat bahwa perekonomian Zona Euro bertumbuh dengan laju paling pesat dalam nyaris satu dekade. Para Analis memprediksi European Central Bank (ECB) akan bergerak secara bertahap ke posisi hawkish di tahun 2018.

Chart EUR/USD Daily
resim

Secara teknikal, EUR/USD diperdagangkan di atas Moving Average 200-Day. Dapat dilihat dalam chart yang diambil ACY di atas. Hal ini mensinyalkan Buy dalam perspektif jangka panjang, di mana Euro bersiap untuk bergerak ke 1.1700 atau lebih tinggi lagi.

Level-level Support Penting:
S1: 1.1656
S2: 1.1662
Level-level Resisten Penting:
R1: 1.1668
R2: 1.1674

Walaupun sekarang indikator-indikator mensinyalkan beli, tetapi sulit untuk dikatakan dengan pasti, karena Presiden ECB Draghi bisa dengan mudah menjatuhkan mata uang Euro pada pidatonya hari Selasa, dengan menegaskan berbagai alasan mengapa kebijakan yang sangat akomodatif perlu dipertahankan. Dengan mempertimbangkan hal itu, para trader akan terus mengamati guna mengkonfirmasi bias bank-bank sentral.



Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Komen: 61 <<>> Dilihat: 582
Acy - Analisa Market
djamirun_aje
111988
Forum Jump: