Acy - Analisa Market

Offline
03-01-2018, 06:12 PM,
#76
ACY: Laju EUR/USD Selip Menuju Support

Setelah menyentuh High 3 tahun, Euro menurun secara dramatis dalam 9 hari terakhir. Hasil pengamatan ACY menunjukkan bahwa EUR/USD berjuang di area Fibo Retracement 23.6% selama beberapa hari, sebelum akhirnya terhempas oleh testimoni pertama dari Ketua Fed Jerome Powell.

Di penampilan publik perdananya sebagai Ketua Bank Sentral AS pada Selasa (27 Februari) kemarin, Powell berkomitmen untuk menghalau risiko overheating, sembari tetap menjalankan rencana kenaikan suku bunga secara bertahap. Dalam hal ini, sinyal Rate Hike saja sudah cukup untuk membuat heboh para investor.

Di sisi lain, ekonomi Prancis berekspansi 2.5% di kuartal ke-4, mengalahkan proyeksi pencapaian di 2.4%. Sementara itu, pasar tenaga kerja Jerman masih mempertahankan momentum kenaikan, sebagaimana terlihat di data Unemployment Change yang -22k.

GDP AS sendiri masih tumbuh 2.5%, sedikit lebih rendah dari capaian di periode sebelumnya. Namun jika melihat pertumbuhan cepat yang tercatat sejauh ini, hasil CPI yang relatif tinggi di kuartal keempat bisa mensinyalkan keadaan overheating.

Secara teknikal, EUR/USD akan berhadapan dengan support Fibo Retracement 38.2% dan upper line Ichimoku. Menurut perkiraan ACY, breakout dari salah satu level tersebut bisa memicu penurunan harga lebih jauh.

Grafik EUR/USD Daily

resim

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-05-2018, 06:14 PM,
#77
GDP Melambat, Loonie Tetap Dalam Momentum Menurun

Dolar Kanada dan Peso Meksiko menjadi mata uang mayor dengan performa terburuk dalam sebulan terakhir, sekaligus termasuk salah satu mata uang dengan kinerja paling jelek dalam enam bulan terakhir.

Perekonomian Kanada telah melambat lebih buruk dari ekspektasi dalam paruh kedua tahun lalu, karena rumah tangga-rumah tangga yang menanggung utang besar mulai mengurangi pembelanjaan mereka. Menurut Badan Statistik Kanada pada hari Jumat, perekonomian bertumbuh dalam laju tahunan 1.7 persen di kuartal keempat, versus ekspektasi ekonom yang mengharapkan kenaikan sebesar 2 persen. Selain itu, ACY mencatat, Gross Domestic Product untuk kuartal ketiga direvisi turun.

Proposal bea impor logam yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengejutkan pasar dan akan berefek negatif bagi performa perdagangan Kanada. Dengan ketidakpastian seputar perdagangan memuncak dan inflasi cukup moderat, bank sentral Kanada (Bank of Canada) punya cukup banyak ruang untuk terus berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Namun, secara teknikal, menurut Fibonacci Retracement yang diaplikasikan oleh ACY pada chart USD/CAD Daily, harga saat ini menghadapi resisten kuat pada level Retracement (0%), setelah lonjakan yang bertahan selama lebih dari satu bulan.



Chart USD/CAD Daily


resim


Dikombinasikan dengan analisa dari Relative Strength Index (RSI), posisinya berada pada area overbought. Ini memberikan sinyal jual bagi investor, yang perlu diperhatikan guna menghindari potensi risiko pergerakan menurun lebih besar.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-06-2018, 07:45 PM,
#78
Yen Menurun Meski Bank Sentral Cari Cara Akhiri Stimulus

Dolar AS reli mengikuti pasar saham dunia, karena kekhawatiran mengenai proposal bea impor logam Presiden Donald Trump mulai memudar. Sementara itu, Yen menarik diri sedikit dari rekor level terendah sejak November 2016. Pada pasangan USD/JPY di chart Daily, ACY menilai pergerakannya didukung oleh channel harga yang mengarah ke bawah sejak awal 2017.

Akhir Dari Era Stimulus Moneter

Akhir dari era kebijakan moneter longgar bagi perekonomian dunia dalam satu dekade sebelumnya, makin jadi sorotan karena Bank of Japan (BoJ) mulai memikirkan mengenai kapan mereka akan mulai memperlambat program stimulus. Komentar Gubernur Haruhiko Kuroda pada bulan Jumat bahwa bank sentralnya akan mulai mempertimbangkan bagaimana mengakhiri pelonggaran moneter sekitar tahun fiskal yang berawal di bulan April 2019, merupakan sinyal paling jelas bahwa stimulus darurat bagi perekonomian Jepang bakal mencapai titik penghabisan.

"Patut untuk dicatat betapa Kuroda dalam beberapa pekan terakhir telah dipaksa untuk berbicara lebih spesifik mengenai jalan keluar (dari kebijakan moneter longgar)," kata Izumi Devalier, pimpinan ekonom Jepang di Bank of America Merrill Lynch, "Satu setengah tahun lalu, ia akan membungkam diskusi (mengenai ini) secara menyeluruh dengan pernyataan 'masih terlalu dini untuk membicarakannya'."

BoJ memperkirakan target inflasi akan dicapai pada tahun fiskal 2019. Karena masih masih cukup lama waktu untuk mencapai target 2 persen, maka kenaikan suku bunga boleh jadi menghambat pemulihan ekonomi saat ini. Apabila demikian, maka menghentikan stimulus merupakan cara yang tepat guna menghindari potensi efek negatif bagi perekonomian, hal mana menjadi masalah prioritas bagi pemerintah Jepang.

Outlook USD/JPY

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya oleh ACY, dukungan dari channel harga yang lebih rendah, boleh jadi melindungi harga dari penurunan susulan. Namun demikian, apabila channel ini ditembus, maka kemungkinan akan mengakibatkan kemerosotan lebih lanjut, dan itulah titik dimana investor perlu berhati-hati.


Grafik USD/JPY Daily

resim

Dengan indikator MACD diaplikasikan pada chart Daily, kita bisa melihat Divergen Bullish, karena ada level rendah yang lebih tinggi (higher lows) pada MACD, muncul berpasangan dengan pergerakan harga dari level rendah ke lebih rendah lagi (lower lows).

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-07-2018, 03:27 PM,
#79
EUR/USD Tetap Bullish Menghadapi Bea Impor Tinggi

Euro telah meningkat tinggi secara signifikan, sementara proposal bea impor AS menghadapi perlawanan dari lobi-lobi para pemimpin partai Republik. ACY mencatat, kritik atas proposal itu menyebutkan adanya kekhawatiran kalau kebijakan penerapan bea impor bakal memicu perang dagang dan mengacaukan perekonomian AS.

Para wakil rakyat dari partai Republik meningkatkan himbauan mereka pada Presiden Donald Trump agar membatalkan niatnya untuk menerapkan bea impor atas besi dan aluminium, termasuk diantaranya pemimpin mayoritas di Senat, Mitch McConnell. Salah satu sosok terkemuka penentang proposal bea impor lainnya, juru bicara House of Representative, Paul Ryan, mengatakan rencana penerapan bea impor besi sebesar 25 persen dan aluminium sebesar 10 persen itu terlalu luas. Walaupun kebijakan ini dimaksudkan untuk menghantam China, tetapi dampak utamanya justru akan dirasakan oleh negara-negara sekutu AS, seperti Kanada.

Outlook Teknikal EUR/USD

Pada grafik 60-menit, EUR/USD tengah diperdagangkan pada $1.24195 per pukul 11:40 am di Sydney, sudah menembus resisten penting pada 1.24015 (Retracement 61.8%). Pasangan mata uang ini masih bergerak dalam momentum naik, setelah bergumul di level resisten tersebut selama beberapa waktu sebelumnya.

Grafik EUR/USD Pada Timeframe 1 Jam

resim

Setelah sukses breakout dari resisten, ACY menilai ada ruang besar bagi EUR/USD untuk meningkat lebih lanjut, kemungkinan menuju resisten pertama pada 1.24738 yang sebelumnya dicapai pada tanggal 15 Februari. Jika bergerak naik lebih lanjut, maka bisa menuju resisten kedua pada 1.25545 yang sebelumnya dicapai pada tanggal 16 Februari.

Indikator Relative Strength Index (RSI 14) telah menampilkan momentum menurun, sedangkan harga mencetak level tinggi yang lebih tinggi (higher high). Hal ini mengungkap potensi pembalikan (reversal) bagi EUR/USD, apabila bergerak kembali ke bawah Retracement 61.8%.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-08-2018, 06:59 PM,
#80
Harga Minyak Jatuh Di Tengah Pertumbuhan Output AS

Harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari tiga pekan, dengan merosot 1.52 persen ke penutupan di sekitar $61.367 per barel. ACY mencatat ini berhubungan dengan laporan pemerintah AS yang menunjukkan ekspansi produksi persediaan minyak mentah, serta reli ekuitas.

Tren menurun di pasar saham, penguatan Dolar AS, dan ancaman bea impor Trump yang dikhawatirkan memicu perang dagang, menjadi faktor-faktor yang menekan harga minyak mentah. Sementara itu, peningkatan output minyak AS juga berperan sebagai kekuatan yang mendorong harga minyak ke arah bawah. Energy Information Administration (EIA) mengatakan bahwa inventori minyak mentah AS meningkat sebanyak 2.41 juta barel pekan lalu, semenetara produksi melonjak ke rekor baru.

Menghadapi pertumbuhan output minyak mentah AS lebih lanjut, Sekjen OPEC Mohammad Barkindo tak menunjukkan kekhawatiran. Katanya, ia optimistis akan dukungan permintaan yang kuat.
Grafik WTICOUSD di Timeframe Daily

resim

Mari kita lihat WTI pada grafik Daily. Setelah menembus level Retracement 38.2% (61.944), ACY menilai pergerakannya menghadapi dua Support signifikan di sekitarnya, yaitu level tinggi 61.555 yang sebelumnya tercapai pada 6 Mei, serta Fibo Retracement 50%. Sebagaimana bisa Anda lihat pada grafik, harga yang menjaga momentum ini sepertinya akan menembus Cloud yang tercipta oleh Ichimoku, sehingga kemungkinan memicu penurunan lebih jauh dalam waktu dekat.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-09-2018, 08:29 PM,
#81
Nasdaq Perpanjang Kenaikan Hadapi Pengumuman Bea Impor

Sebagaimana diberitakan oleh Associated Press, pasar ekuitas AS memperpanjang kenaikan menjelang pengumuman bea impor tadi malam. Acuan indeks Nasdaq 100 meningkat 0.72 persen dan ditutup pada 6971.2, setelah menanjak lima hari beruntun.

Pengumuman Bea Impor

Presiden AS Donald Trump menetapkan bea impor besi dan aluminium masing-masing pada 25 persen dan 10 persen pada hari Kamis, sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, ia menarik ikrarnya untuk menerapkan aturan tersebut bagi semua negara, dengan mengecualikan Kanada dan Meksiko untuk memberikan landasan bagi diskusi terpisah dalam rangka North American Free Trade Agreement (NAFTA).

Negara-negara lain yang telah mendapatkan banyak keuntungan dari perdagangan dengan Amerika Serikat, seperti China dan Korea, akan sangat terdampak oleh bea impor ini. Selain itu, sejumlah industri yang mengandalkan besi dan aluminium akan terimbas pula.

Trump juga menuntut konsesi dari Uni Eropa, mengeluh bahwa mereka memperlakukan mobil-mobil Amerika secara tidak adil dan mengancam akan menaikkan bea impor atas mobil dari Uni Eropa.

Outlook Teknikal Nasdaq 100

Secara teknikal, Indeks Nasdaq 100 telah reli dekat rekor tinggi, meskipun terjadi crash pada awal Februari. Artinya, dalam pandangan ACY, indeks ini menghadapi resisten mayor pada level tinggi 7031.1 yang sebelumnya dicapai pada tanggal 29 Januari.

Grafik NAS100 Daily

resim

Stochastic Oscillator yang diaplikasikan pada grafik Daily telah melesat ke atas 88, berarti bahwa lokasinya sudah berada di area jenuh beli (overbought area), dan mensinyalkan potensi aksi jual akan terjadi. Menurut ACY, di sini investor harus lebih berhati-hati, menunggu arah kemana indeks akan bergerak setelah menguji resisten di atas.


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-12-2018, 07:37 PM,
#82
Indeks Dow 30 Lanjutkan Kenaikan Di Tengah Bagusnya Ketenagakerjaan

Pasar ekuitas AS melanjutkan kenaikkannya pada hari Jumat setelah meningkat selama sepekan, dengan Indeks US 30 naik 0.39% ke penutupan pada 25432.6. ACY mencatat, kenaikan tersebut dipicu oleh kondisi ekonomi yang sehat, karena perekonomian AS pada bulan Februari 2018 mengalami musim perekrutan tenaga kerja terbesar sejak pertengahan 2016.

Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat menunjukkan bahwa Non-farm Payroll naik 313,000 di bulan Februari, melampaui estimasi median pada 205,000 dalam sebuah survey ekonom. Sementara itu, tingkat pengangguran pada bulan Februari tetap 4.1 persen, bertahan pada level yang sama untuk bulan kelima beruntun.

Namun demikian, tekanan inflasi tetap rendah, karena kenaikan gaji --yang bulan lalu mendorong naik pasar finansial-- tak berlanjut. Data mengenai gaji menunjukkan perlambatan dari laju tinggi yang memicu gejolak ekonomi bulan lalu, lantaran kekhawatiran kalau Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga lebih cepat.

Outlook Teknikal Indeks US30

Secara teknikal, Indeks US 30 telah menyempit, ditampilkan oleh grafik di bawah ini, ditahan oleh level rendah dan level tinggi sejak akhir Januari. Posisinya sekarang berada di bawah Descending Resistance Line yang menjadi poin penentu untuk memilih arah tertentu. Apabila Indeks US 30 gagal menembusnya, maka menurut ACY, kemunduran Indeks akan mengindikasikan pergerakan berlanjut dalam segitiga ini.

Grafik Indeks US30 Daily

resim

Pembacaan indikator Stochastic Oscillator mengindikasikan bahwa Indeks US 30 berada pada area jenuh jual (overbought area) dan masih menjaga momentum kenaikannya. Namun, apabila Stochastic mundur ke bawah 80, maka investor boleh mulai mempertimbangkan untuk melakukan aksi jual.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-13-2018, 12:49 PM,
#83
Harga Minyak Jatuh Akibat Forecast Pertumbuhan Output Shale AS

West Texas Intermediate (WTI) jatuh 1.1 persen ke $61.367 per barel pada hari Senin, setelah laporan pemerintah menunjukkan output minyak shale Amerika Serikat berekspansi lebih lanjut. Berdasarkan data pemerintah, output dari beberapa kawasan shale terbesar di AS diperkirakan akan naik 131,000 barel per hari (bph) pada bulan April, sehingga mengancam upaya pemangkasan limpahan surplus yang dilakukan OPEC. Sedangkan menurut sebuah forecast Bloomberg, peningkatan persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman kontrak futures, hanya berubah sedikit setelah menurun selama 11 pekan beruntun.

Kekhawatiran mengenai peningkatan produksi AS terus membebani produsen dan investor. "Semakin lama kesepakatan itu berlangsung, (semakin) itu akan berantakan," kata Warren Patterson, seorang pakar strategi komoditas, dalam wawancara di Singapura. Ia merujuk pada kesepakatan pemangkasan output antara negara-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Katanya, "Mereka terus menerus melepaskan pangsa pasar untuk (diambil alih) AS."

Outlook Teknikal WTI

ACY mencatat, WTI Futures bergerak mundur menghadapi resisten Fibonacci (Retracement 38.2%) kemarin, tetapi di saat yang sama juga menemukan support pada Retracement 50.0%. Jika sukses tembus ke level yang lebih rendah, maka akan menguji level support kedua yang berada pada Retracement 61.8%.

Grafik WTICOUSD Daily

resim

Bersama dengan tekanan oleh Retracement 50.0% setelah tembus ke level yang lebih rendah, ACY menilai breakout dari cloud Ichimoku bisa mengakibatkan penurunan lebih lanjut. Selain itu, Relative Strength Index (RSI) yang diaplikasikan pada grafik bergerak serempak dengan tren menurun, ke arah yang sama dengan arah yang dituju oleh harga, sebagaimana ditunjukkan pada grafik di atas.


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-14-2018, 04:12 PM,
#84
Euro Terus Naik Setelah Tillerson Dipecat

Euro naik dua hari beruntun terhadap Dolar AS, sementara pasar menelaah berita-berita ekonomi dan politik di Amerika Serikat. Pasangan mata uang EUR/USD masih reli 0.44 persen dan ditutup pada $1.23882, mendekati level tinggi satu sesi pada 1.24440.

Data CPI Amerika Serikat bulan Februari dilaporkan berada pada 2.2 persen, sesuai dengan eksepektasi analis ekonomi dan melampaui angka periode sebelumnya yang hanya mencapai 2.1 persen. Pertumbuhan inflasi yang tangguh mengungkapkan kondisi ekonomi bagus, dan memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga tiga kali dalam tahun ini.

Sementara itu untuk jangka pendek, sejumlah berita ekonomi dan politik telah mengancam Greenback. Pemecatan mendadak Menteri Luar Negeri Rex Tillerson --untuk digantikan dengan Direktur CIA Mike Pompeo-- boleh jadi membuat investor mengantisipasi siapa lagi yang akan digusur dari White House, khususnya terkait dengan kebijakan perdagangan.

Presiden AS Donald Trump tengah berupaya untuk menerapkan tarif hingga $60 milyar atas impor dari China dan akan menyasar sektor-sektor teknologi dan komunikasi. Demikian disampaikan oleh dua orang yang kabarnya mendiskusikan masalah ini dengan pejabat pemerintahan Trump pada hari Selasa.

Agenda proteksionis Trump telah memperburuk pemulihan ekonomi global yang tengah berlangsung, serta meningkatkan ketidakpastian pasar. ACY mencatat sejumlah event yang akan datang juga semestinya diamati oleh investor, termasuk rilis data penjualan ritel bulan Februari, serta pidato Presiden ECB Draghi di Frankfurt yang disoroti karena pasar memantau potensi penghentian Quantitative Easing (QE).

Outlook Teknikal EUR/USD

Secara teknikal, EUR/USD telah didukung oleh level support pada Fibo Retracement 23.6% (1.23192) dan cloud Ichimoku. Setelah itu, pasangan mata uang ini cenderung untuk bergerak lebih jauh guna menguji resisten pertama di atas 1.24440. Apabila sukses menembus level ini, maka akan mendekati resisten kedua yang sangat kuat di level high tanggal 16 Februari pada 1.25545.


Grafik EUR/USD Daily

resim

Ke depan, Stochastic Oscillator (5,3,3) menghadapi resisten mayor pada 89%, dan reaksi berikutnya pada level ini perlu diperhatikan. Akan tetapi untuk saat ini, ACY menilai masih ada cukup banyak ruang untuk meningkat.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-15-2018, 02:08 PM,
#85
Dolar Kanada Melemah Akibat Menipisnya Peluang Kenaikan Suku Bunga

Dolar Kanada mempertahankan posisi pada level dekat C$1.29622 per Dolar AS. Pasangan mata uang USD/CAD telah menurun sekitar 0.09 persen ke penutupan pada 1.29525, setelah mengalami kenaikan dramatis di hari sebelumnya. Harga intraday saat ini didukung oleh level high 1.29200 yang terakhir dicapai pada tanggal 19 Desember.

Presiden Donald Trump memilih Larry Kudlow, seorang komentator televisi dan analis ekonomi dari kalangan konservatif untuk menggantikan Gary Cohn sebagai penasehat ekonomi White House. Kudlow adalah penasehat informal Trump pada kampanye pilpres 2016 dan memiliki pengalaman bekerja di Wall Street. Ia telah mengkritisi keputusan presiden dengan mengatakan bahwa tarif impor logam akan buruk bagi para produsen pengguna besi baja.

Sementara itu, penjualan ritel di Amerika Serikat merosot untuk bulan ketiga beruntun pada Februari, karena rumah tangga konsumen memangkas pembelian kendaraan bermotor dan barang-barang besar lainnya. Hal ini memicu analis untuk merevisi turun forecast pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama.

Kini, mari alihkan pengamatan ke Kanada. Awal pekan ini, Stephen Poloz, pimpinan bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC), menyampaikan sebuah pidato yang mensinyalkan dihapusnya kemungkinan kenaikan suku bunga BoC pada bulan April. Fokusnya pidatonya terletak pada potensi pasar ketenagakerjaan yang belum direalisasikan, sedangkan kenaikan suku bunga bisa jadi justru akan membuat potensi tersebut tak bisa diwujudkan. Karena hal ini, maka ACY menilai probabilitas kenaikan suku bunga yang lebih rendah boleh jadi mengarah pada depresiasi Loonie dalam jangka panjang.


Outlook Teknikal USD/CAD

USD/CAD telah diperdagangkan hingga mencapai resisten kritis pekan ini di antara level 1.29195 dan titik kritis psikologis 1.3000, meski belum menembusnya. Momentum kemungkinan akan mengarah pada breakout ke level lebih tinggi, yang bisa mensinyalkan pergeseran tren menuju penguatan USD terhadap Dolar Kanada.

Grafik USD/CAD Daily

resim

Jika pasangan mata uang ini mampu menjaga momentum kenaikan, maka menurut ACY, pergerakan USD/CAD akan mendekati resisten tahunan yang dimulai sejak awal 2016, sehingga ada banyak ruang untuk mendapatkan keuntungan dari kesenjangan antara harga sekarang dan resisten ini.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-20-2018, 05:59 PM,
#86
Pounds Terus Meningkat Jelang BoE Dan CPI

Forecast Pound Inggris: Bullish

Pound Inggris terus bergerak naik pada hari Senin setelah meningkat sedikit sejak awal Maret. Pagi ini ACY mencatat, telah terjadi breakout bullish lagi di atas level psikologis 1.4000 seusai tercapainya persetujuan mengenai rencana transisi Brexit. Dengan adanya dua penggerak pasar nampak di horizon untuk pekan ini, yaitu keputusan suku bunga BoE dan pengumuman CPI hari Kamis, maka masih ada potensi untuk volatilitas ke level tinggi pada pair-pair GBP.

Inflasi telah menjadi topik pendorong dalam tren bullish GBP/USD sepanjang tahun, dan dengan Inggris telah mengalami lima bulan beruntun inflasi pada 3% atau lebih, maka Bank of England kemungkinan mengalami kesulitan dalam memutuskan kebijakan. Di sisi lain, sebagaimana telah kami sampaikan dalam bahasan kemarin, bahwa pasar telah memiliki ekspektasi universal akan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve Amerika Serikat. Jika terjadi kenaikan suku bunga tanpa komentar hawkish yang menyertainya, maka bisa jadi ada beberapa pergerakan menurun untuk Dolar AS.

Grafik GBPUSD Daily

resim

Secara teknikal, pasangan mata uang GBP/USD terus bergerak melewati Uptrend Channel yang dimulai sejak pertengahan Desember, setelah menemukan support pada Retracement Fibo 61.8% (1.37380). Untuk periode jangka panjang, ACY memperkirakan kemungkinan GBP/USD akan mempertahankan momentum kenaikannya. Namun, untuk jangka pendek, GBP/USD menghadapi dua resisten pada 1.41445 dan garis atas Channel. Jika Anda seorang investor yang berfokus pada investasi jangka pendek, maka masih ada ruang untuk melakukan Buy di bawah resisten pertama.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-21-2018, 08:20 PM,
#87
Emas Temukan Support Pada Level Tinggi 2015, Menjelang FOMC

Harga Emas terus bergerak menurun setelah menembus Retracement 38.2%, dengan merosot sebesar 0.42 persen ke harga penutupan pada $1311.20, level penutupan terendah sejak tanggal 2 Januari. Harga masih diperdagangkan dalam Bearish Channel, setelah gagal menembus level tertinggi tahun 2018 pada pertengahan bulan Februari, dan sejak saat itu telah menetap untuk menemukan support pada kisaran $1307.17 yang merupakan level tinggi tahun 2015.

Sementara itu, keputusan suku bunga pasca rapat kebijakan bank sentral AS (FOMC) besok akan menimbulkan volatilitas bagi harga Emas. ACY menilai ada peluang besar kenaikan suku bunga FOMC karena mereka telah cukup terbuka mengenai rencana untuk normalisasi kebijakan lebih lanjut. Namun demikian, pertanyaan yang lebih besar adalah berapa kali kenaikan suku bunga yang dapat diekspektasikan pasar dari bank sentral AS. Sebanyak tiga kali kenaikan (termasuk yang akan diumumkan esok hari) telah lama menjadi fokus ekspektasi pasar, tetapi dalam testimoni Powell di hadapan Kongres awal bulan ini, ia menyampaikan preferensinya untuk Dolar yang lebih kuat, sehingga ide kenaikan suku bunga sebanyak empat kali mulai banyak didiskusikan.

Apabila ada nada yang lebih hawkish dari bank sentral, ACY memperkirakan Dolar AS dapat mengokohkan posisi kenaikan cukup panjang untuk menguji level 91.00 pada indeks Dolar AS (DXY), sebuah Retracement jangka panjang yang bisa berdampak pada Emas.

Grafik XAU/USD Daily

resim

Pada XAU/USD di chart Daily, harga intraday telah memantul sedikit, kemungkinan akan menguji Retracement 38.2% lagi setelah menginjak support pada level tinggi tahun 2015. Apabila pergerakannya kelak berbalik mundur, maka kemungkinan akan kembali mendapatkan Support dari level tinggi tahun 2015 dan level Retracement 50.0%.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-22-2018, 03:43 PM,
#88
Kenaikan Suku Bunga Fed Membebani Indeks Dow Jones

Dow Jones Industrial Average mundur sedikit dengan volatilitas rendah di tengah kehebohan putusan kenaikan suku bunga Fed bulan Maret. Pejabat Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga pinjaman acuan sebesar 25 basis poin dan memperkirakan laju kenaikan yang lebih tajam pada tahun 2019 dan 2020, sesuai dengan konteks outlook ekonomi yang membaik, sebagaimana ditunjukkan oleh kebangkitan inflasi dan rendahnya tingkat pengangguran.

Dalam briefing dengan reporter, Jerome Powell, pimpinan Fed, memberikan sinyal mengenai rencana kenaikan suku bunga bertahap. Sesuai yang telah diperkirakan, kenaikan akan dilakukan sebanyak 2 kali lagi tahun ini bukannya 3 kali, tetapi laju lebih cepat bisa dilaksanakan tahun depan.

Setelah putusan suku bunga FOMC, ACY mencatat Greenback anjlok terhadap mata uang mayor lainnya hingga lebih dari 0.8 persen. Pasar sudah memperhitungkan perkiraan kenaikan suku bunga tersebut, sehingga Indeks Dolar AS (DXY) dan pasar saham AS tertekan lantaran kondisi aktual sesuai ekspektasi.

Grafik US30 Daily

resim

Grafik teknikal Indeks US30 berada pada persimpangan dimana arah pergerakan berikutnya lebih dapat ditentukan, setelah Indeks mengalami konsolidasi dalam Price Channel yang sempit sejak akhir Januari. Sedangkan dilihat dari outlook ekonomi, ACY menilai, meskipun pemangkasan pajak dapat menaikkan saham-saham korporasi untuk jangka pendek, kekhawatiran lain seperti bea impor atas banyak industri global kemungkinan akan menyeret turun perekonomian secara keseluruhan. Karena alasan ini, arah jangka pendek kemungkinan menurun dan menuju support pada kisaran yang sebelumnya dicapai pada awal bulan Februari.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-27-2018, 01:54 PM,
#89
Pound Cenderung Bullish Di Tengah Potensi Rate Hike

Pasar saham AS kembali melesat setelah mengalami penurunan terbesar dalam dua tahun. Indeks acuan utama menanjak lebih dari 2.7 persen, pulih dari kelesuan yang dialami pada hari Jumat, karena eskalasi ketegangan mengenai perdagangan mulai memudar. Sementara itu, ACY mencatat Indeks Dolar (DXY) mengalami depresiasi lebih lanjut hingga mencapai 88.59 pada pukul 11:00 am waktu Sydney, menjadi penggerak bagi pasar saham.

Penguatan berlanjut pada Pound Inggris. Kinerja Maret yang kuat membalik penurunan yang dialami selama Februari. Pekan lalu, ada sejumlah penggerak Pound, salah satunya yang terpenting adalah pergeseran nada hawkish yang membuat Bank of England (BoE) disoroti lantaran kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Mei.

Dengan memantau grafik GBP/USD Daily, nampak bahwa kemarin, breakout harga tertinggi satu sesi pada 1.41445 memberikan bahan bakar untuk naik lebih jauh lagi. Namun demikian, kenaikan moderat kemarin mengantarkan pasangan mata uang ini menghadapi level resisten penting berikutnya di sekitar 1.4253, dimana ACY menilai investor perlu bersabar menantikan arah pergerakan selanjutnya. Pada tahap ini, dikarenakan breakout DXY ke arah yang lebih rendah dan potensi kenaikan suku bunga BoE, maka ada lebih besar kemungkinan GBP/USD akan menembus level tersebut dan melanjutkan momentum saat ini.

Grafik GBP/USD Daily

resim

Outlook jangka panjang GBP/USD masih optimistis bagi investor, karena pasangan ini terus bergerak dalam Ascending Price Channel. Selain itu, ada uptrend pada MACD dan RSI.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
03-28-2018, 08:51 PM,
#90
Nasdaq Kemungkinan Reli Menjelang Rilis Data GDP AS

Pasar ekuitas Amerika Serikat tumbang lagi di hari Selasa, diseret oleh aksi jual pada saham-saham sektor teknologi, karena investor menilai ulang ancaman atas pertumbuhan pendapatan industri yang mendorong reli tahun lalu ini. Facebook memimpin diantara saham-saham yang nilainya jatuh secara signifikan, sedangkan CEO Mark Zuckerberg diekspektasikan akan memberikan testimoni di hadapan Komite Dagang dan Energi Majelis Rendah AS, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai perlindungan privasi konsumen.

Kekhawatiran mengenai ketegangan perdagangan yang dipicu oleh langkah proteksionis Presiden Donald Trump, telah sangat melonjakkan volatilitas pasar baru-baru ini, dan boleh jadi akan terus berlanjut hingga Amerika dan China mencapai suatu kesepakatan mengenai perdagangan.

Menurut ACY, hal yang perlu diamati oleh investor sekarang adalah jadwal rilis data GDP Tahunan untuk kuartal keempat 2017, yang diekspektasikan akan mencapai pertumbuhan 2.7%, lebih tinggi 0.2% dibanding pelaporan sebelumnya.

Outlook Teknikal Nasdaq

Indeks Nasdaq 100 anjlok hingga nyaris menghapus semua kenaikan yang diperoleh di hari sebelumnya, turun lebih dari 3.3 persen ke 6525.2 poin, menuju ke lokasi dimana Fibo Retracement 61.8% berada untuk kedua kalinya menguji seberapa kuat titik support ini. Lebih dari itu, jika kita memperpanjang fokus, terlihat kemerosotan besar pada awal Februari saat Ascending Channel dimulai. Hal-hal tadi, disertai dengan support lain yang membatasi level rendah ini, membuka kemungkinan bagi indeks Nasdaq untuk naik dan menguji Fibo Retracement 50.0%.

Grafik NAS100 Daily

resim

ACY memperkirakan, sejalan dengan pembalikan Stochastic Oscillator ke atas ambang 20, yang dianggap sebagai batas jenuh jual (Oversold), Indeks Nasdaq kemungkinan akan reli beriringan dengan peningkatan angka Stochastic.


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229



Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Komen: 99 <<>> Dilihat: 1490
Acy - Analisa Market
djamirun_aje
111988
Forum Jump: