Acy - Analisa Market

Offline
03-29-2018, 01:37 PM,
#91
Euro Tertarik Mundur Akibat Meroketnya Dolar

Greenback melonjak dua hari beruntun terhadap mata uang-mata uang mayor setelah mengalami kemerosotan selama lebih dari sebulan, di tengah melonggarnya ketegangan perang dagang dengan China. Reli Dolar AS juga merefleksikan angka GDP yang berkinerja bagus, lebih baik dari ekspektasi.

ACY mencatat, kemerosotan di pasar ekuitas yang terseret oleh saham-saham teknologi kembali mengarahkan aliran modal ke pasar forex dalam lingkup tertentu. Hal ini mendorong Dolar AS menguat, sementara yield Obligasi Treasury 10-tahunan ditahan di bawah 2.8 persen, untuk pertama kalinya sejak awal Februari melorot lebih rendah dari 2.75 persen.

Dikarenakan kenaikan signifikan yang dialami oleh Indeks Dolar AS (DXY), Euro merosot menjelang rilis sejumlah data penting untuk Zona Euro pekan ini, termasuk CPI Jerman bulan Maret dan kondisi pasar tenaga kerja. Euro bisa jadi mengalami sejumlah reli jika data sesuai dengan ekspektasi, lebih unggul dari periode sebelumnya.

Outlook Teknikal EUR/USD

Berdasarkan analisa teknikal pada EUR/USD di chart Daily, kemerosotan selama dua hari telah menarik harga hingga turun ke bawah Moving Average 20-Day dan level Fibo Retracement 61.8%. Selain itu, breakout ini bisa jadi mengantarkan pada penurunan lebih jauh menuju level rendah 1.22388 yang sebelumnya dicapai pada 20 Maret. Demikianlah pergerakan yang diperkirakan ACY untuk beberapa hari ke depan.


Grafik EUR/USD Daily

resim

Dalam outlook yang lebih luas untuk pasangan mata uang ini, kemungkinan masih berlanjut berfluktuasi dalam kotak yang berkisar antara 1.25545 hingga 1.21538. Breakout dari kisaran tersebut akan memandu pergerakan selanjutkan ke suatu arah tertentu.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-04-2018, 08:04 PM,
#92
USD/JPY Reli Meski Ketegangan Perdagangan Membayangi

Greenback menguat lagi terhadap Yen pada hari Rabu, dengan USD/JPY mengalami kenaikan 0.69 persen ke penutupan pada 106.606 yen, meskipun outlook dibayangi oleh kekhawatiran mengenai eskalasi ketegangan perdagangan antara AS-China yang bisa memperburuk perekonomian dunia dan pertumbuhan Amerika Serikat.

Dengan julukan mata uang Safe Haven, Yen selalu menarik perhatian di tengah ketidakpastian ekonomi, khususnya ketika ada peningkatan ketegangan terkait perdagangan dunia. Di sisi lain, Yen sering melemah ketika minat investor pada aset-aset yang berisiko lebih tinggi meningkat.

Namun demikian, outlook Dolar tetap suram, karena ketegangan perdagangan yang dipicu oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. ACY mencatat, Dolar telah melemah sekitar 2.2 persen terhadap enam mata uang mayor lainnya dalam tahun ini.

Outlook teknikal yang lebih luas untuk Dolar terhadap Yen, boleh jadi menantikan pembalikan apabila sebuah kesepakatan bisa tercapai seusai negosiasi antara China dan AS. Saat ini, USD/JPY bergerak menyusuri level rendah pada Descending Price Channel yang digambarkan pada chart Daily di bawah ini.


Grafik USD/JPY Daily

resim

Apabila USD/JPY gagal menembus ke level lebih rendah lagi, maka ACY menilai, reli bisa diekspektasikan terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Indikator MACD yang diaplikasikan pada chart mengindikasikan potensi pembalikan harga (reversal).


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-06-2018, 03:29 PM,
#93
Dow Jones Tumbang Usai Munculnya Proposal Tarif Tambahan Atas China

Indeks Dow Jones tumbang 1.35 persen dalam perdagangan intraday dan mencapai posisi 24129 per pukul 11:30 AM waktu Sydney. Kemerosotan tersebut nyaris menghapus seluruh kenaikan yang dialami dalam dua hari terakhir. Keruntuhan pasar terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia tengah mempertimbangkan tarif impor tambahan senilai USD100 Milyar atas China, sehingga membakar kembali perselisihan antara kedua negara.

Pandangan umum menilai kedua negara masih membuka kemungkinan untuk solusi via negosiasi untuk menghindari rencana penerapan bea impor. Namun, setelah China merilis daftar tarif serupa untuk dikenakan atas barang impor Amerika, termasuk kedelai, pesawar, mobil, daging sapi, dan bahan-bahan kimia; Amerika Serikat langsung merespon dengan proposal tarif tambahan senilai USD100 Milyar ini karena menganggap pembalasan China tidak adil.

Balas-membalas penerapan bea impor yang ibarat gayung bersambut ini membangkitkan kekhawatiran kalau-kalau situasi akan memburuk hingga menjadi perang dagang yang akan meremukkan pertumbuhan ekonomi global. ACY mencatat, perwakilan Partai Republik dari kawasan Barat dan Midwest telah menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai besarnya bahaya bahaya bagi eksportir pertanian AS.

Outlook Teknikal Indeks Dow Jones (US30)

Chart 1: US30 Daily

resim

Secara teknikal, Indeks pada chart Daily tengah bergerak menyusuri sebuah Channel yang menyempit, setelah mundur dari level tertinggi historis, dan dihalangi oleh batas atas Channel pada perdagangan hari ini. ACY menyarankan agar investor berhati-hati, jangan sampai tergesa-gesa mengambil keputusan sebelum terjadi breakout ke level lebih tinggi maupun lebih rendah. Terjadinya breakout berarti ada konfirmasi bagi pergerakan berikutnya.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-09-2018, 02:52 PM,
#94
Nasdaq Reli Setelah Trump Ungkap Nada Lunak Di Twitter

Tepat setelah pengumuman bahwa Presiden Trump menginstruksikan pada Departemen Keuangan untuk mencari cara guna menerapkan tarif atas USD100 Milyar impor China lagi, pasar saham AS segera bereaksi dan tumbang pada hari Jumat. Penambahan tersebut meningkatkan jumlah produk China yang dipertimbangkan akan dikenai bea impor menjadi USD150 Milyar.

Eskalasi retorika mendorong Indeks Nasdaq 100 turun tajam pada hari Jumat, lebih dari 2.2 persen ke harga penutupan pada 6435.1 poin dan menghapus semua kenaikan yang diperoleh pada dua hari terakhir. ACY mencatat, pasar saham AS telah menunjukkan volatilitas tinggi sejak ketegangan perdagangan AS - China dimulai.

Namun demikian, Trump merilis nada yang lebih lunak dalam upaya untuk menstabilisasi pasar. "China akan menurunkan batasan dagangnya karena itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan," demikian disampaikan Trump pada 50 follower Twitter-nya pada Minggu pagi, seusai sepekan penuh ketegangan perdagangan meningkat.

"Bea impor akan jadi resiprokal dan sebuah kesepakatan akan dicapai dalam hal hak kekayaan intelektual," katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa tak peduli apa yang terjadi, "Presiden Xi dan saya akan selalu berteman," katanya, merujuk pada Presiden China Xi Jinping.

Outlook Teknikal Indeks Nasdaq

Efeknya langsung terasa setelah komentar moderat Trump mengenai potensi perang dagang dengan China. Perdagangan intraday indeks Nasdaq 100 menampilkan reli moderat 0.37 persen per pukul 12:00 pm di Sydney, setelah sebelumnya breakout level Fibonacci Retracement 23.6% di sekitar 6497 poin.

Grafik NAS100 Daily

resim

Reli Indeks pada grafik Daily nampaknya akan menemui resisten pada Fibonacci Retracement 23.6% yang setelahnya bisa menyeretnya turun. Dengan melihat pergerakannya pada Ascending Price Channel yang digambarkan pada Chart, ACY memperkirakan potensi penurunan kemungkinan akan menarik indeks kembali pada garis batas bawah Channel. Artinya, investor dapat mencari sejumlah posisi short saat hal itu terjadi.

Namun demikian, apabila indeks sukses tembus resisten mayor pada retracement yang akan datang, maka kenaikan RSI dan MACD mengindikasikan dorongan lebih lanjut menuju level rintangan berikutnya di sekitar 6629 poin (Fibo Retracement 38.2%).

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-11-2018, 06:03 PM,
#95
Apakah Breakout NZD/USD Menandakan Kenaikan Lanjutan?

Dolar New Zealand mengalami reli dua hari beruntun per pukul 4:00 pm di Sydney, setelah Amerika Serikat menunjukkan pasar ketenagakerjaan yang lebih lemah dibanding perkiraan, diikuti dengan sejumlah kemunduran yang dialami oleh Dolar AS dalam dua hari terakhir.

Nampaknya, terdapat korelasi negatif antara indeks Dolar AS dan ketegangan perang dagang. Artinya, ketegangan yang lebih kuat dalam perselisihan dagang antara AS-China akan mendorong Dolar AS menguat, sembari menjerumuskan pasar ekuitas.

Dalam situasi seperti ini, Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato yang memberikan sinyal positif bagi pasar, karena ia mendukung globalisasi dan pembukaan pasar China, dalam upacara pembukaan Boao Forum. Hal itu sangat menenangkan ketegangan perdagangan, sehingga justru melemahkan Dolar AS.


Outlook Teknikal NZD/USD

Kenaikan intraday NZD/USD mendorong pasangan mata uang ini ke atas Descending Price Channel, dan ACY menilai kemungkinan akan meningkat lebih lanjut menuju resisten penting di sekitar 0.7436 yang notabene merupakan level tinggi (high) 16 Februari lalu. Apabila hal itu tak terjadi dan NZD/USD bergerak mundur, maka batas atas Channel akan menjadi level support untuk mencegah penurunan lebih jauh.


Grafik NZD/USD Daily

resim

Disandingkan dengan analisis indikator lainnya, ACY menemukan bahwa MACD baru saja mulai bergerak naik dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan level rendah yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Tanda-tanda tersebut merupakan sinyal bullish bagi buyer pada tahap ini.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-12-2018, 08:57 PM,
#96
Breakout Pada WTI Bisa Picu Kenaikan Lebih Tinggi

Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Mei melesat naik USD1.16 ke penutupan pada USD66.694 per barel di New York Mercantile Exchange, mencapai level tertinggi tiga tahun akibat risiko geopolitik yang mengguncang pasar minyak. Ini merupakan peristiwa langka ketika pergerakan pasar minyak mentah dan pasar saham menuju ke arah perbeda.

Investor memperhatikan risiko-risiko geopolitik yang telah mendorong harga minyak ke rekor tertinggi sejak 2014. Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, menggagalkan serangan misil ke ibukotanya, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa misil AS akan segera menyerang Suriah. Ketegangan ini bahkan membuat hubungan AS-Rusia merosot hingga titik beku.

Harga minyak mentah ditutup dekat level tinggi 15 Januari pada 66.693, setelah harga intraday naik hingga 67.4 tetapi kemudian menurun. Harga pembukaan hari ini lebih tinggi dibanding harga penutupan sebelumnya, sehingga mengindikasikan performa kuat dan ekspektasi tinggi di kalangan investor.

WTI diperdagangkan sedikit meningkat pada USD66.80 per barel pada pukul 12:00 PM di Sudney. Pergerakannya sudah menembus resisten penting yang bertempat pada level tinggi tanggal 15 Januari, sebagaimana nampak pada grafik yang digambarkan oleh ACY berikut ini.

Grafik WTICOUSD Daily

resim

Harga minyak cenderung menjaga momentum kenaikan, tetapi akan menghadapi resisten dalam perjalanannya ke atas. Resisten ini merujuk pada batas atas Uptrend Price Channel yang telah terbentuk sejak pertengahan Februari. Namun, menurut ACY, bila WTI mampu breakout dari Channel ini, maka dapat menghantarkan pada kenaikan yang lebih tajam di masa depan.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-13-2018, 03:16 PM,
#97
S&P500 Siap Reli Dalam Beberapa Jam Ke Depan?

Pada Indeks S&P500 grafik Hourly, pergerakannya naik menyusuri sebuah Uptrend Channel, meskipun mengalami sejumlah penurunan dalam beberapa jam lalu. Indeks ini bergerak menuju level rendah satu sesi, mendekati batas bawah Channel, yang bisa dipandang sebagai support penting pada basis Hourly. Setelah menyentuh level support ini, ACY menilai, pergerakannya kemungkinan akan reli dalam beberapa jam ke depan.

Grafik S&P500 Pada Timeframe Hourly

resim

Berlanjutnya prediksi Uptrend juga bisa dilihat dari Stochastic Oscillator yang bertempat di area jenuh jual (overbought) dan memiliki kecenderungan untuk bertolak kembali ke atas ambang 20 di mana investor direkomendasikan untuk Buy. Selain itu, Relative Strength Index (RSI) mendekati level support, dengan ekspektasi sinyal reli yang sangat tinggi.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-17-2018, 04:50 PM,
#98
Harga Minyak Jatuh Di Tengah Memudarnya Risiko Geopolitik

Pada hari Senin, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei jatuh $0.953 ke penutupan pada $66.317 per barel, setelah reli lima sesi beruntun seusai serangan AS, Prancis, dan Inggris ke Suriah. AS, Prancis, dan Inggris membombardir Suriah sebagai respon atas serangan kimia yang dilakukan pemerintahnya terhadap warga sipil. Kemunduran harga minyak merefleksikan kelegaan pasar bahwa serangan misil ke Suriah tidak meluas menjadi konflik regional yang lebih luas maupun bereskalasi.

Jumat lalu, minyak bumi melonjak ke level tertingginya sejak 2014 seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara itu, ACY mencatat, output minyak AS melesat tujuh pekan beruntun dan aktivitas pengeboran berada di level tertinggi sejak tahun 2015.

Dalam lingkup harga minyak yang lebih luas, dipertimbangkannya perpanjangan kesepakatan OPEC untuk memangkas output hingga 2018, boleh jadi mendongkrak harga minyak menuju $80; target harga yang diharapkan oleh para pejabat OPEC.

Outlook Teknikal WTI

Dengan memantau grafik Daily, kita menemukan bahwa kemarin terjadi breakout ke bawah resisten yang ditempatkan pada level tinggi 25 Januari dekat 66.69.

Harga intraday berada pada 66.57 per pukul 12:30 pm waktu Sydney, dengan sedikit kenaikan dalam upaya untuk naik kembali ke atas level resisten. Kegagalan upaya ini akan mengakibatkan penurunan lebih lanjut, menuju support yang bertepatan dengan Moving Average 20-Day. Dalam pandangan ACY, kemunduran ke level yang lebih rendah akan mengarah ke batas bawah Channel harga yang digambarkan dalam grafik.

Grafik WTICOUSD Daily

resim

Secara teknikal, pergerakan harga pada grafik Daily dihentikan oleh batas atas Channel tempat harga berada saat ini. Situasi ini bertepatan dengan penurunan indikator Stochastic Indicator kembali ke 80, lokasi dimana investor bisa mulai mempertimbangkan untuk membuka posisi short dalam produk ini.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-18-2018, 03:32 PM,
#99
GBP/USD Mundur Saat Hadapi Resisten

Pound mundur dari level tertinggi terhadap Dolar AS sejak 23 Juni 2016, mematahkan kenaikan beruntun selama tujuh hari sebelumnya. GBP/USD jatuh 0.35 persen dan menetap di $1.42840, menghapus sebagian kenaikan yang mengantarkannya ke level tertinggi satu sesi. Sementara itu, level tinggi dan level rendah terbaru telah membentuk Ascending Price Channel.

Grafik GBPUSD Daily

resim

Kemunduran Pound nyata dipicu oleh batas atas Channel ini, karena terjadi setelah harga menyentuh resisten pada batas atas Channel. Menurut ACY, kemunduran berkelanjutan bisa diekspektasikan akan menuju support yang bertepatan dengan Moving Average 20-Day. Apabila itu tidak terjadi, maka pasangan mata uang ini akan berusaha untuk menguji resisten lagi dengan sejumlah ruang yang dapat dimasuki oleh buyer.

Angka RSI yang tinggi dan berada di area jenuh jual (overbought), memberikan sinyal potensi pullback ke bawah 70. Apabila RSI bergerak menembus ke bawah 70, maka investor harus mulai mencari peluang untuk Sell.

Selain pada level-level yang telah disebutkan, target resisten berikutnya terletak pada Retracement 100.0% pada 1.4344 yang berada tepat di atas harga saat ini. Sedangkan apabila harga bergerak mundur, maka ACY memperkirakan, penembusan Moving Average 20-Day akan mengantarkan pada Retracement 61.8% di sekitar 1.41.


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
Offline
04-20-2018, 06:04 PM,
Akankah Breakout Pound Mengakibatkan Penurunan Lebih Jauh?

Pound jatuh tajam tiga hari beruntun terhadap Greenback pada hari Kamus, merosot sekitar 0.84 persen dan menetap pada $1.40808; nyaris menghapus semua kenaikan yang telah dialami selama dua pekan terakhir. Pembalikan harga jangka pendek dimulai ketika data penting Inggris yang dirilis menunjukkan kecenderungan perlambatan ekonomi.

Nada dovish yang disampaikan Gubernur Bank of England, Mark Carney, mengakibatkan Pound menurun. Ia memberikan sinyal bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan boleh jadi tidak akan terwujud; alih-alih, Inggris harus bersiap-siap untuk menghadapi sejumlah kenaikan suku bunga dalam beberapa tahun mendatang.

Carney mengakui lemahnya data-data ekonomi belakangan ini, berdasarkan sejumlah laporan yang telah dipublikasikan. Penjualan ritel Inggris merosot 1.2 persen pada bulan Maret, dua kali lipat lebih rendah dari prediksi sebelumnya, karena salju dan dinginnya cuaca yang mengakibatkan orang-orang enggan keluar rumah dan menganggu pengiriman barang-barang. Sementara itu, ACY mencatat, inflasi mengalami kenaikan 2.5 persen saja, di bawah prediksi awal pada 2.7 persen.

Outlook Teknikal GBP/USD

Secara teknikal, GBP/USD saat ini sudah lepas dari batas bawah pada Ascending Channel, sehingga menurut ACY, pasangan mata uang ini bisa jadi terus bergerak menurun untuk mencari support jangka panjang dari Channel lebih tinggi yang digambarkan dengan tinta biru. Sebelum GBP/USD mencapai posisinya saat ini, pasangan mata uang tersebut pada dasarnya telah berada pada uptrend yang terbentuk sejak awal Maret.

Grafik GBPUSD Daily

resim


Indikator Stochastic Oscillator menunjukkan pasangan mata uang ini berada pada posisi jenuh jual (oversold). Apabila Stochastic bergerak naik ke atas 20, maka ini menandakan waktunya bagi investor untuk mempertimbangkan aksi jual.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229



Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Komen: 99 <<>> Dilihat: 1491
Acy - Analisa Market
djamirun_aje
111988
Forum Jump: